Gizi ibu Hamil saat Trimester 1
Disunting oleh Diyah Pratiwi
GIZI HAMIL TRIMESTER 1
Pengertian Status Gizi Ibu Hamil
Status gizi adalah ukuran keberhasilan dalam pemenuhan nutrisi untuk ibu hamil. Status gizi juga didefinisikan sebagai status kesehatan yang dihasilkan oleh keseimbangan antara kebutuhan dan masukan nutrient. Gizi ibu hamil adalah makanan sehat dan seimbang yag harus dikonsumsi ibu selama masa kehamilannya, dengan porsi dua kali makan orang yang tidak hamil.
Kebutuhan gizi ibu hamil trimester satu
Trimester pertama, saat kehamilan mencapai usia 1-3 bulan adalah masa penyesuaian tubuh ibu terhadap awal kehamilannya. Karena pada tiga bulan pertama ini, pertumbuhan janin masih lambat dan penambahan zat-zat gizinya pun masih relatif kecil. Pada tahap ini, ibu hamil memasuki masa anabolisme yaitu masa untuk menyimpan zat gizi sebanyak-banyaknya dari makanan yang disantap setiap hari untuk cadangan persediaan pada trimester berikutnya. Dalam keadaan ini, biasanya ibu hamil mengalami mual, muntah-muntah, dan tidak berselera makan, sehingga asupan makanan perlu diatur. Makanan sebaiknya diberikan dalam bentuk kering, porsi kecil, dan frekuensi pemberian yang sering. Jika diperlukan, bisa juga mengkonsumsi suplemen vitamin dan mineral untuk menunjang pertumbuhan janin. Namun hal itu perlu dikonsultasi dengan dokter atau ahli gizi tertentu.
Jenis nutrisi pada ibu hamil trimester pertama :
1. Folat
Folat sangat diperlukan pada trimester pertama kehamilan. Bahkan, sangat disarankan untuk memenuhi nutrisi ini sebelum hamil. Mengapa? Karena pada awal kehamilan folat sangat dibutuhkan untuk mendukung perkembangan otak dan sumsum tulang belakang bayi. Kekurangan asupan folat pada trimester pertama kehamilan dapat mengakibatkan bayi mengalami cacat lahir. Bunda bisa mendapatkan folat dari sayuran hijau (seperti bayam, asparagus, dan brokoli), buah sitrus (seperti jeruk), dan kacang-kacangan. Beberapa dari Bunda mungkin juga perlu mendapatkan suplemen asam folat saat hamil.
2. Protein
Fungsi utama protein adalah sebagai zat pembangun tubuh, di mana dibutuhkan untuk membentuk sel-sel baru dan juga untuk memperbaiki sel-sel. Sehingga, protein sangat diperlukan pada trimester pertama kehamilan, di mana banyak terjadi perkembangan sel, jaringan, dan organ pada janin.Protein bisa Bunda dapatkan dengan mudah, dari telur, tahu, tempe, ikan, ayam, daging, kacang-kacangan, susu, dan produk susu. Dalam sehari, Bunda perlu mengonsumsi makanan sumber protein setidaknya 2-3 porsi.
3. Vitamin A
Kebutuhan vitamin Bunda sedikit meningkat pada saat kehamilan.Vitamin A dibutuhkan untuk perkembangan penglihatan bayi, juga untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh bayi. Vitamin A juga dibutuhkan untuk perkembangan sel-sel bayi dalam kandungan. Bunda bisa mendapatkan vitamin Bunda dari sayuran dan buah-buahan.Sebaiknya hindari konsumsi ati dan produknya (seperti minyak hati ikan kod). Kandungan vitamin A yang sangat tinggi dalam ati justru dapat membahayakan kehamilan. Bunda mungkin tidak butuh untuk mengonsumsi suplemen vitamin A.
4. Kalsium dan vitamin D
Kedua nutrisi ini dibutuhkan bayi untuk pertumbuhan tulang dan giginya. Kalsium juga membantu melancarkan peredaran darah, serta kerja sistem otot dan saraf. Bunda bisa memeroleh kalsium dari susu dan produknya, seperti keju dan yogurt. Sayuran tertentu juga mengandung kalsium, seperti brokoli dan kale. Kalsium juga bisa didapatkan dari ikan yang dimakan bersama tulangnya, seperti ikan teri, sarden, dan salmon. Vitamin D juga bisa Bunda dapatkan dari salmon dan ikan berlemak lainnya.
5. Zat besi
Selama kehamilan, Bunda membutuhkan lebih banyak zat besi karena produksi darah Bunda meningkat. Zat besi ini digunakan untuk membuat hemoglobin (yang berfungsi untuk mengedarkan oksigen ke seluruh tubuh Bunda dan janin). Kekurangan cadangan atau asupan zat besi selama kehamilan dapat membuat ibu hamil berisiko mengalami anemia zat besi. Anemia zat besi yang berat selama kehamilan dapat meningkatkan risiko kelahiran prematur, bayi berat lahir rendah (BBLR), dan depresi postpartum. Bunda bisa mencukupi kebutuhan zat besi dari daging merah tanpa lemak, ayam, ikan, sayuran hijau (seperti bayam dan brokoli), dan kacang-kacangan.
Pola Makan Ibu Hamil Trimester 1
Pemenuhan kebutuhan nutrisi seperti yang telah disebutkan di atas seringkali mengalami hambatan. Di antaranya adalah kondisi ibu hamil trimester 1 yang sering mengalami mual dan muntah. Hal ini menyebabkan asupan nutrisi menjadi tidak maksimal. Karenanya, ibu hamil harus mengatur pola makan dengan baik sehingga dapat memenuhi kebutuhan nutrisi dengan baik. Ibu bisa melakukan langkah-langkah sederhana sebagaimana berikut.
· Siapkan makanan kecil yang bisa dimakan saat mual datang.
· Makan sesering mungkin dalam porsi kecil dan sesuai jadwal.
· Hindari minum banyak 30 menit sebelum dan sesudah makan.
· Makan makanan dengan jenis bervariasi dan kaya nutrisi.
· Makan makanan kaya karbohidrat agar terhindar rasa lemas dan lesu.
· Makan makanan berserat untuk menghindari sembelit.
· Konsumsi buah segar secara langsung atau dalam bentuk jus. Bisa juga konsumsi buah dalam keadaan dingin. Untuk mengatasi mual, konsumsi buah yang banyak mengandung vitamin C.
· Perbanyak minum air putih
· Hindari makanan pedas, berlemak dan mengeluarkan gas.
Nutrisi ibu hamil trimester 1 merupakan hal yang penting untuk mendapatkan perhatian yang serius. Asupan nutrisi ibu hamil sangat berpengaruh pada perkembangan pada pertumbuhan janin. Dengan nutrisi yang tepat, ibu sehat dan bayi lahir dengan selamat. Ibu hamil juga dianjurkan untuk memilih varian makanan yang sesuai dengan kondisi hamil trimester 1 yang umumnya mengalami mual dan muntah di pagi hari atau biasa disebut morning sickness.
Salam GIAT
Gerakan Ibu Anak Sehata Kota Semarang
Bidang Kesehatan Masyarakat
Dinas Kesehatan Kota Semarang
MG Setos Jl. Inspeksi Gajahmada , Sekayu, Semarang
Telp 024-8415269-8318070